Senin, 18 November 2013

ROMANTIC PUISI


PUISI ( created by: B.J Habibi

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu…..
Karena aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya
Dan kematian adalah sesuatu yang pasti
Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu
Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah…..
Kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang
Sekajap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati
Hatiku tak seperti di tempatnya……
Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi

Kau tahu sayang,,,,
Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang…
Pada air mata yang jatuh kali ini aku selipkan salam perpisahan panjang
Pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada
Aku bukan hendak mengelah, tapi rasanya terlalu sebentar kau di sini
Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu,, sayang
Tanpa mereka sadari bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik
Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua
Tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia
Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini

Selamat jalan…..
Kau darinya dan kembali padanya
Kau dulu tiada untukku dan selamanya kembali tiada
Selamat jalan sayang..
Cahaya mataku,,, penyejuk jiwaku,,,
Selamat jalan calon bidadari surgaku

Minggu, 13 Oktober 2013

KreasiQ




“puisi khayal”
Created by : Rahma R.
Banyak yang ingin aku ceritakan
Tapi mengapa putaran waktu tak mempersilahkanku
Banyak yang ingin aku lukiskan
Namun, mengapa bingkai selalu terlihat kosong

Dengar.. coba kau dengarkan sejenak
Mengapa badanmu membelakangiku
Lihat mataku..
Tatapanmu menenggelamkan tubuhku
Lihatlah, bahkan langit telah menutup pintu-pintunya
Bagi mereka yang ingin sekali bertamu
Masihkah kau tak percaya dengan itu?

Di hadapanmu, ingin ku titipkan yang pernah dia berikan
Hanya dengan satu nama, kan ku tancapkan dalam-dalam
Ku tak akan menunjuk menggunakan dua tangan
Meski beribu nyawa yang menawarkanku

Berhentilah menyembunyikan suratan takdir
Tapi, jika benar tebakan ku salah
Kecewa akan melahap ku habis-habisan
Namun, nyatanya.. mereka selalu  mengiyakan.